Kiprah Badan Litbang Kesehatan Dalam Peringatan Satu Tahun Pandemi COVID-19 di Indonesia

  • 03/Mar/2021
  • Admin
  • Berita
  • 217053

Selasa 02 Maret 2021 merupakan hari bersejarah, bukan prestasi yang terukir pada hari bersejarah tersebut, namun lebih kepada perenungan karena pada hari ini tepat 365 hari sejak diumumkan pertama kali pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dikenal dengan pasien 01 dan 02 di negeri ini.
Untuk menumbuhkan semangat, Kementerian Riset dan Teknologi dan Badan Riset Nasional menyelenggarakan peringatan satu tahun pandemi Covid-19, dengan tajuk “Peringatan 1 Tahun Pandemi Covid-19 di Indonesia. Inovasi Indonesia Untuk Indonesia Pulih, Bangkit dan Maju Pasca Pandemi”. Acara dihadiri oleh Menteri Riset dan Teknologi - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Wakil Menteri Kesehatan, Deputi II Kantor Staf Kepresidenan, Kepala BNPB _ Kapala Satgas penanganan Covid-19, Kepala Badan Litbang Kementerian Kesehatan, dan Sekretaris Kemenristek – Sekretaris Utama BRI.

Pandemi Covid-19 merupakan momentum kebangkitan kemandirian riset dan inovasi di tanah air. Sejak pertama kali munculnya Covid-19 di Indonesia, sedikitnya telah ada 61 produk inovasi karya anak bangsa yang dihasilkan, di bawah koordinasi Badan Riset dan Inovasi Nasional, dalam upaya penanganan pandemi Covid-19. Kemenristek BRIN dalam hal ini terus mendorong penguatan sinergi Triple Helix demi kemandirian riset dan inovasi alat-alat kesehatan dan obat-obatan
“Peringatan satu tahun pandemi Covid-19 ini dimaksudkan sebagai satu sarana ajang refleksi sekaligus melihat kembali kiprah para pelaku khususnya di bidang penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta inovasi dalam menghasilkan berbagai karya inovasi untuk membantu menanggulangi pandemi Covid-19 di tanah air.”, ungkap Kepala BRIN dalam laporannya.

Video perjalanan dan peran Badan Litbang Kesehatan, Kementerian Kesehatan dalam penanganan pandemi Covid-19 ditampilkan dalam acara peringatan tersebut. Dalam pandemi Covid-19 ini kita tahu bahwa dokter dan perawat adalah tenaga kesehatan yang bekerja keras dan dekat dengan resiko. Tapi belum banyak yang tahu bahwa ada pejuang lain yang bekerja dalam senyap. Mereka adalah tenaga laboratorium pemeriksa spesimen di Badan Litbang Kesehatan. Hari-hari mereka dipenuhi dengan sampel yang berdatangan tanpa tahu siapa pemiliknya. Sebagai manusia biasa terkadang mereka merasa sedih, mungkin belum banyak yang tahu bagaimana proses pemeriksaan sampel. Dengan spesimen mencapai 1700/hari mereka harus bekerja berpacu dengan waktu. Sepanjang sampel terus ada, maka tidak ada kata libur bagi mereka, namun terkadang masih saja dinilai lambat. Mereka terus bekerja sesuai tanggung jawab untuk mendukung surveilance kesehatan masyarakat. Laboratorium pemeriksaan Balitbangkes tidak menerapkan libur seharipun. Mereka tidak ingin dikenang, mereka hanya ingin dipahami. Untuk mengejar kebutuhan deteksi virus Corona ini,  hingga saaat ini telah terdapat 685 laboratorium pemeriksaaan Covid-19 yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatangan MoU antara Menteri Riset dan Teknologi, Kepala Badan Riset dan Inovasi nasional, dan Menteri Kesehatan yang diwakili oleh Wakil Menteri Kesehatan, tentang kerjasama penelitian dan pengembangan di bidang pengembangan Vaksin Covid-19 Merah Putih. Serta perjanjian kerjasama antara Kepala Badan Litbang Kesehatan dan Sekretaris Kemenristek – Sestama BRIN tentang implementasi riset dan inovasi vaksin Covid-19.

Penandatangan MoU antara Menteri Riset dan Teknologi, Kepala Badan Riset dan Inovasi nasional, dan Menteri Kesehatan yang diwakili oleh Wakil Menteri Kesehatan, tentang kerjasama penelitian dan pengembangan di bidang pengembangan Vaksin Covid-19 Merah Putih

Penandatangan perjanjian kerjasama antara Kepala Badan Litbang Kesehatan dan Sekretaris Kemenristek – Sestama BRIN tentang implementasi riset dan inovasi vaksin Covid-19.