Kunjungan Stafsus Menkes RI

  • 04/Mar/2021
  • Admin
  • Berita
  • 217053

Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, MSc., PhD, staf khusus Menteri Kesehatan RI Bidang Ketahanan (Resiliency) Industri Obat dan Alat Kesehatan mengunjungi Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) pada 3 hingga 4 Maret 2021.  Pada hari pertama, Prof Laksono disambut dengan paparan roadmap penelitian B2P2TOOT 2020 - 2024.  Mengomentari roadmap  tersebut, beliau menyampaikan bahwa tahapan riset yang disajikan berhenti pada uji klinik dan belum terlihat hilirisasinya.  Pemasaran produk riset merupakan hal yang penting.  Identifikasi pasar untuk sebuah riset yang akan dilakukan dapat diperoleh dari industri. Industri sebaiknya digandeng sejak tahap perencanaan sehingga nilai dan potensi pasar dapat diketahui. Istilah huluisasi mungkin dapat digunakan untuk kolaborasi dengan industri di awal kegiatan riset. Langkah ini dapat dilakukan melalui pertemuan dengan perusahaan obat yang berstatus BUMN.

Prof. Laksono juga memberikan masukan terkait pengelolaan aset kebun tanaman obat, dengan pemanfaatan sebagai destinasi wisata dengan bekerjasama dengan pihak swasta. Menanggapi hal tersebut, Kepala B2P2TOOT menyampaikan bahwa aktivitas riset B2P2TOOT tidak hanya bersifat inovatif untuk produk namun juga berupa riset kebijakan yang harus mendukung program Kementerian Kesehatan.

Pada hari kedua Prof.  Laksono mengunjungi kebun tanaman obat (KTO) Tlogodlingo, rumah riset jamu Hortus Medicus, gedung Herbarium Tawangmanguensis, laboratorium Pascapanen, dan gedung Pusat Ekstrak Daerah.  Pada saat berada di KTO Tlogodlingo, beliau memberikan arahan agar kebun dapat dikelola dengan lebih intensif, mengingat baru sebagin kecil lahan yang dimanfaatkan. Salah satu terobosan yang dapat dilakukan adalah membuat track/jalur setapak  sepanjang lereng kebun sebagai jalur awal wisata hutan aromatis. Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada tersebut  berencana untuk menunjau progres pengelolaan kebun Tlogodlingo satu bulan yang akan datang. 

Pada kunjungannya ke rumah riset jamu Hortus Medicus, Prof. Laksono mengatakan bahwa perlu dilakukan penelitian ramuan jamu saintifik oleh peneliti di luar B2P2TOOT untuk meningkatkan obyektivitas dan reliabilitas masyarakat. Beliau mendapatkan penjelasan tentang layanan online di RRJ dan berkesempatan melihat layanan pasien dengan menggunakan video call oleh salah satu dokter.

Terkait dengan koleksi herbarium, akan lebih menarik jika disajikan secara digital. Data digital herbarium dan informasi lainnya dari hasil RISTOJA akan lebih mudah diakses oleh khalayak jika disimpan dalam bentuk digital.  Selain itu keamanan data digital juga lebih terjamin jika koleksi herbarium kering yang jumlahnya puluhan ribu itu disimpan dalam bentuk digital. Arahan ini diberikan saat beliau berkunjung ke Gedung Herbarium Tawangmanguensis.

Dua hari kunjungan Staf Khusus Menkes RI meninggalkan cukup banyak tugas yang harus dilaksanakan secara bijak oleh B2P2TOOT sebagai institusi riset yang menjalankan fungsi kelitbangan sekaligus sebagai badan publik yang memberikan layanan kepada masyarakat. (il)