Kunjungan Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Media di B2P2TOOT

  • 19/May/2021
  • Admin
  • Berita
  • 217786

Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Media, Rendy Witular, dan Kepala Bagian Gaji dan Tata Usaha Biro Umum Kemkes, Sumarjaya mengunjungi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) pada hari Rabu tanggl 19 Mei 2021. Maksud kunjungan tersebut adalah untuk menggali informasi tentang tanaman kratom dan tanaman obat lainnya yang potensial untuk dikembangkan dan dikomersialkan. 

Kunjungan tersebut disambut oleh Kepala B2P2TOOT, Akhmad Saikhu, yang didampingi oleh peneliti tanaman obat dan obat tradisional. Peneliti B2P2TOOT memaparkan 11 ramuan jamu saintifik hasil dan progres hilirisasinya; hasil riset kratom; dan hasil riset johar.  Jamu saintifik merupakan ramuan jamu yang terbukti aman dan berkhasiat setelah melalui uji praklinik dan observasi klinik.  Sedangkan tanaman kratom adalah tanaman yang dibudidayakan di daerah Kalimantan Barat dan sekitarnya dan sekarang meluas hingga ke Sumatera.  Berdasarkan observasi lapangan oleh tim Badan Litbangkes, tanaman ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dikonsumsi langsung dan diperdagangkan bahkan sebagian besar dijual ke luar negeri.  Pada paparan ketiga tentang tanaman johar, Prof. Yuli Widiyastuti menyampaikan bahwa tanaman johar sangat potensial sebagai bahan baku obat antimalaria, sebuah obat program yang masih diperlukan oleh negeri tropis ini.  Riset johar dilakukan secara konsorsium dengan LIPI dan Fakultas Farmasi Unair.  Dari penelitian ini diperoleh metode isolasi senyawa aktif casiarin dan metode sintesis casiarin dari senyawa antara barakol.

Sebelum berdiskusi dengan Kepala B2P2TOOT dan peneliti, Stafsus Menkes mengunjungi kebun tanaman obat Tlogodlingo. Informasi menarik yang diperoleh dari kunjungan ke kebun yang terletak di ketinggian 1800 m dpl itu adalah potensi pasar tanaman nilam.  Nilam adalah salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang  digunakan sebagai pengikat dalam ramuan parfum. Sifat pertumbuhan dan cara budidaya yang relatif mudah serta nilai jual yang tinggi menyebabkan tanaman ini menjanjikan untuk dikembangkan.

Selanjutnya pada sesi akhir kunjungan, Stafsus Menkes mengunjungi rumah kaca B2P2TOOT untuk melihat koleksi tanaman kratom yang berhasil dikoleksi oleh tim kratom dari Kapuas Hulu Kalimantan Barat.