Seminar Kelompok Kerja Tanaman Obat dan Obat Tradisional ke 59

  • 08/Jul/2021
  • Admin
  • Berita
  • 86

Tabik pun… yang berarti ucapan salam dalam bahasa Lampung membuka perhelatan seminar yang diselenggarakan oleh Universitas Lampung bekerjasama dengan Kelompok Kerja Tanaman Obat dan Obat Tradisional (POKJA TOOT). Seminar dibuka dengan Tari Sigeh Pengunten sebagai tarian selamat datang khas Lampung. Seminar bertajuk International Seminar Traditional Medicine and Medicinal Plant diadakan secara daring pada 8-9 Juli 2021 dengan tema ‘Future Research and Technology on Herbal Medicine Application for Diabetes and Other Degenerative Disorder’. Seminar ini merupakan seminar ke 59 yang terselenggara atas kerjasama POKJA TOOT dengan perguruan tinggi di Indonesia.

Kepala B2P2TOOT menyampaikan sambutan selaku Ketua POKJA TOOT. Tema “Riset dan Potensi Teknologi Diabetes” yang dipilih panitia seminar Unila merupakan pilihan yang tepat. Kita tahu bahwa diabetes merupakan penyakit degeneratif yang prevalensinya terus meningkat. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa prevalensi diabetes mellitus di Indonesia berdasarkan diagnosis dokter pada usia 15 tahun adalah 2%. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan prevalensi diabetes melitus yang diungkapkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2013 sebesar 1,5%.

Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional, Kementerian Kesehatan,  Dr. I Gede Made Wirabrata, S.Si., Apt., M.Kes., M.H selaku main speaker memberikan paparan mengenai The Use of Medicinal Plants to Control NonCommunicable Disease in Indonesia.  Salah satu peneliti senior B2P2TOOT, Prof. Yuli Widiyastuti, MP turut serta sebagai keynote speaker dengan materi paparan ‘Review on Foeniculum vulgare Mill’. Pada akhir sambutannya Kepala B2P2TOOT menyampaikan, “Selamat datang di Seminar Tanaman Obat Indonesia ke-59, semoga ini menjadi kontribusi nyata kita dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung aspek promotif dan preventif kesehatan melalui pemanfaatan tanaman obat dan obat tradisional di Indonesia”.