Uji Klinik Ekstrak Sambiloto – Potensi Tanaman Obat pada penanganan COVID-19

  • 05/Oct/2021
  • Admin
  • Berita
  • 123

Pandemi COVID-19 telah terjadi di Indonesia selama hampir dua tahun sejak ditemukannya kasus pertama di kota Wuhan China. Pemerintah telah berupaya untuk menanggulangi pandemi ini dengan mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan 5M, menerapkan Pemberlakuakn Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) serta melakukan percepatan vaksinasi nasional. Disisi lain minat masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional untuk menjaga kebugaran atau mengatasi gejala yang muncul pada penderita Covid-19 semakin meningkat. Salah satu tanaman obat yang dilirik adalah Sambiloto. Sambiloto merupakan tanaman yang banyak digunakan oleh masyarakat di Jawa Tengah dan Jawa Timur, berasal dari India dengan nama latin (Andrographis paniculata Nees.). Tanaman yang memiliki rasa sangat pahit ini mudah ditemukan tumbuh liar di pekarangan, kebun dan hutan jati. 

Sambiloto diyakini masyarakat sebagai antibakteri, meringankan gejala flu dan demam, menambah nafsu makan, anti radang, menghambat petumbuhan kanker serta menambah daya tahan tubuh. Penggunaan sambiloto untuk menjaga kesehatan, berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam mengatasi gejala COVID-19. Pembuktian khasiat sambiloto untuk membantu mengatasi gejala pada COVID-19 perlu didukung dengan pembuktian ilmiah. Kebijakan Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) mengenai percepatan pengembangan dan penggunaan fitofarmaka mendorong untuk meningkatkan penelitian mengenai pembuktian jamu secara klinis. 

Merujuk pada hal tersebut, B2P2TOOT berkeinginan untuk memberikan kontribusi pada penanganan COVID-19 melalui penelitian khasiat sambiloto. SAMBIO merupakan salah satu produk ekstrak sambiloto yang diproduksi oleh PT. Industri Jamu Borobudur yang telah terstandarisasi dan memenuhi syarat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Oleh karena sediaan ekstrak sambiloto di pasaran yang sesuai dengan standar masih sangat terbatas, B2P2TOOT bekerja sama dengan PT Industri Jamu Borobudur dalam penelitian “Uji Klinik Ekstrak Sambiloto sebagai Penambah Daya tahan Tubuh pada Pasien COVID-19 Derajat Sedang yang Menerima Terapi Standar: Uji Klinik Terkontrol Acak Tersamar Ganda”. Penelitian ini didasari dengan perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani oleh B2P2TOOT dan PT. Industri Jamu Borobudur. 

Penelitian uji klinik tersebut dilakukan di Rumah Sakit Bung Karno (RSBK). RSBK merupakan salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di wilayah Surakarta. Untuk memayungi pelaksanaan penelitian tersebut Kepala Badan Litbang Kesehatan telah mendatangani Nota Kesepakatan Sinergi dengan Walikota Kota Surakarta. Tujuan uji klinik ekstrak sambiloto ini adalah menilai pengaruh ekstrak sambiloto terhadap kondisi klinis pasien COVID-19 dengan gejala sedang sesuai WHO ordinal scale serta menilai efek jamu ekstrak sambiloto terhadap menghilangnya gejala klinis pasien COVID-19 dengan gejala sedang (demam, batuk, sesak napas, anosmia, diare, dan mual). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang menguatkan penggunaan ekstrak sambiloto pada pasien COVID-19, sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelayanan kesehatan formal.